Pages

Rabu, 18 Juni 2014

Contoh Kasus Unauthorized Access

Terkuaknya ribuan dokumen rahasia negara-negara di dunia, terutama Amerika Serikat oleh situs nirprofit independen WikiLeaks menimbulkan kontroversi luar biasa. Banyak pihak khawatir, kebocoran dan penyebaran kawat diplomatik yang memuat dokumen-dokumen sangat rahasia antar pejabat tingkat tinggi, termasuk para diplomat, kelak memicu kekacauan dan “kesalahpahaman”, bahwan ketegangan politik dalam interkoneksi diplomatik global.
Terkait dengan Indonesia, WikiLeaks menegarai telah mengantongi lebih dari 3.000 dokumen rahasia atau laporan diplomatik Amerika Serikat yang dikirim dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan Konsultan Jenderal di Surabaya. Tiga dokumen telah diliris, antara lain mengungkapkan Program Pelatihan dan Pendidikan Militer Internasional bagi Indonesia pasca tragedy Santa Cruz yang disebut-sebut melibatkan TNI/Kopassus, serta intervensi Amerika Serikat dalam proses referendum Timor Timur pada 1999 yang bermuara pada lepasnya wilayah dari Indonesia.
Memang secara substantive fundamental dan strategis tidak ada implikasi serius atau konsekuensi destruktif terhadap keamanan nasional dan kepentingan nasional kita. Isu-isu nasional yang telah dan mungkin disingkapkan lagi sebenarnya bukan rahasia lagi alias sudah jadi rahasia umum. Tentang G30S 1965, misalnya sudah banyak buku yang mengupas tuntas dari berbagai perspektif dan kepentingan atau momentum kejatuhan Pak Harto dengan berbagai versi terkait dengan kerusuhan social seputar peristiwa tersebut juga telah dipublikasikan dalam berbagai modus.

Hikmah penting dari kasus ini adalah perlunya meninjau dan merevisi serta memperketat system informasi intelijen termasuk menata ulang dan meningkatkan standarisasi pengiriman, penyimpanan dan dokumentasi data intelijen.

1 komentar:

Blog sudah dinilai.

AWF - BSI.

Posting Komentar